Jejak Seuntai Senja
Lebih setengah abad langkah menapak bumi,
Menyusur jalan tawa dan sunyi.
Bukan indahnya angka yang dihitung hari,
Tetapi apa yang telah diberi pada hayat ini.
Pelajaran terukir di tiap lekuk waktu,
Tentang juang yang kerap memeras kalbu.
Tak pernah mudah menembus kelam malam,
Namun di sana jiwa belajar lebih dalam.
Hidup bukan sekadar tinggal dan bertahan,
Melainkan merajut makna di tiap persimpangan.
Menyemai kebaikan, merawat amal yang tulus,
Sebelum kelak waktu dunia usai terhapus.
Sebab garis akhir hanyalah gerbang berpulang,
Menuju hening yang abadi dan terang.
Maka biar sisa hari menjadi bekal yang pasti,
Menuntun jiwa pulang dengan tenang di hati.
Komentar
Posting Komentar