Simfoni Ciptaan-Mu
Di sela batu-batu yang tegak membisu,
mengalir sungai sebening kaca,
tak lelah menempuh jalan yang berliku,
melewati batu besar dan batu kecil
dengan sabar yang tiada tara.
Gemericik air menjadi dzikir alam,
bersahutan dengan nyanyian burung
yang berkicau riang dari rimbun pepohonan.
Angin pun berbisik lembut,
mengajak hati mengagumi kebesaran-Mu, ya Allah.
Betapa indah lukisan yang Engkau bentangkan,
langit yang cerah, hutan yang hijau,
bebatuan yang kokoh memeluk aliran sungai,
semuanya bertasbih dalam bahasa
yang hanya hati yang bening mampu memahami.
Ya Allah,
keindahan ini adalah amanah dari-Mu,
titipan yang seharusnya dijaga,
bukan dirusak oleh tangan-tangan jahil
yang mengotori air, menebang pohon,
dan melukai bumi yang Engkau ciptakan.
Semoga sungai ini tetap jernih mengalir,
burung-burung tetap bernyanyi setiap pagi,
pepohonan tetap menaungi bumi dengan kesejukan,
dan manusia senantiasa sadar
bahwa menjaga alam adalah wujud syukur
atas segala nikmat dari-Mu.
Sebab dalam setiap gemericik air,
dalam setiap kicau burung,
terpancar tanda-tanda kebesaran Allah,
yang mengundang hati untuk semakin mencintai,
mengagumi, dan bersujud kepada Sang Maha Pencipta.
Malino The River, 15 Juli 2026
Komentar
Posting Komentar